Gimana rasanya jadi orang biasa? Standar. Gaada kelebihan, juga gak ada kekurangan yang begitu berarti. Tapi.. Punya mimpi sebesar semesta. Kira- kira, apa yang bakal ia lakuin untuk menggapai mimpi itu? Terkadang ia rajin, namun terkadang ia malas. Suasana hati begitu mudah dipengaruhi. Ia mudah tersenyum, juga mudah tersandung. Eh maksudku bersedih. Galau.
Apa yang ia lihat, dengan mudah ia petik pelajaran.
Contoh, sehabis nonton one-punch man ia terobsesi menjadi kuat. Ia rajin joging tiap pagi, 10 km tiap hari. Berharap botak suatu ketika, dan mendapat kekuatan super seperti Saitama. Entah masih joging apa tidak, saat serial ini tamat.
Kau pasti sudah tahu jawabnya.
Ia masih begitu labil, seperti anak SMA. Jomblo, gak laku- laku-kepingin punya pacar. Tapi incarannya selalu cewek- cewek perfect. Otomatislah ia ditolak terus, ia kan gak perfect. Ingat, Allah maha adil. Menjodohkan seorang pria, dan seorang wanita sholeh dengan sholeha, berakhlak buruk dengan lawan yang punya akhlak sama. Yaa disamping, ada juga yang bilang bahwa cinta itu saling melengkapi, yang cerewet bisa saja berjodoh dengan yang pendiam. Namun ga pernah terjadi beauty mau sama beast kalo beastnya gak bener- bener best.
Ia suka bingung sama pilihan ini, jadi uztad yang gak pacaran(karena ga laku- laku), tapi selalu saja khilaf berbuat maksiat. Sehari bisa ingat Allah, esoknya bisa berkawan dengan iblis. Atau, jadi pemuda kekinian yang kena pengaruh sekte budaya barat, yang menghalalkan segala macam pacaran, dan perayaan perayaan serta trend yang nggak bermanfaat, dan menghabiskan banyak uang.
Apa yang ia lihat, dengan mudah ia petik pelajaran.
Contoh, sehabis nonton one-punch man ia terobsesi menjadi kuat. Ia rajin joging tiap pagi, 10 km tiap hari. Berharap botak suatu ketika, dan mendapat kekuatan super seperti Saitama. Entah masih joging apa tidak, saat serial ini tamat.
Kau pasti sudah tahu jawabnya.
Ia masih begitu labil, seperti anak SMA. Jomblo, gak laku- laku-kepingin punya pacar. Tapi incarannya selalu cewek- cewek perfect. Otomatislah ia ditolak terus, ia kan gak perfect. Ingat, Allah maha adil. Menjodohkan seorang pria, dan seorang wanita sholeh dengan sholeha, berakhlak buruk dengan lawan yang punya akhlak sama. Yaa disamping, ada juga yang bilang bahwa cinta itu saling melengkapi, yang cerewet bisa saja berjodoh dengan yang pendiam. Namun ga pernah terjadi beauty mau sama beast kalo beastnya gak bener- bener best.
Ia suka bingung sama pilihan ini, jadi uztad yang gak pacaran(karena ga laku- laku), tapi selalu saja khilaf berbuat maksiat. Sehari bisa ingat Allah, esoknya bisa berkawan dengan iblis. Atau, jadi pemuda kekinian yang kena pengaruh sekte budaya barat, yang menghalalkan segala macam pacaran, dan perayaan perayaan serta trend yang nggak bermanfaat, dan menghabiskan banyak uang.
0 komentar:
Posting Komentar