"Madre"
Ku kira apa itu Madre? Digambarkan dengan sebuah kunci klasik. Kunci pebuka kotak harta karun.
Ternyata cerita tentang... Roti.. atau "Biang Roti"
Lalu apa menariknya cerita tentang biang roti? Tunggu, seperti tak tau Dee saja, ia juga menulis tentang Kopi, bahkan Kecoa (Baca Rico de Coro dalam buku Filosofi kopi). Namun dengan caranya sendiri, yang khas dengan aroma filosofi.
Cerita ini berlatar di dua tempat, Kota Bandung dan Pulau Bali.
Berawal dari Tansen alias Tatang alias ... yang diberitahu bahwa kakeknya telah meninggal. Ia kemudian dijemput lalu dibawa ke Bandung. Setelah melihat peristirahatan terakhir kakeknya, ia dibawa ke sebuah toko roti kuno berdebu, yang dulunya sempat berjaya di era 60' an. "TAN DE BAKKER" Namun sudah 10 tahun Tan de Bakker berhenti beroperasi. Kalah saingan, katanya. Kakek Tansen alias Ko' Tan sudah tidak sanggup lagi membayar karyawan- karyawannya, lalu memilih menutup toko roti tersebut.
Ia juga mendapat sebuah kunci dari kakeknya. Yang kemudian menjadi kunci pembuka kulkas tua berisi Madre. Oleh Pak Adi si penjaga toko, Tansen dikenalkan pada Madre si Biang Roti. Nafas kehidupan Tan de Bakker. Dicertikanlah oleh pak Adi bahwa Tansen mewarisi darah kakenya yang Tionghoa, serta darah neneknya yang India.
Ku kira apa itu Madre? Digambarkan dengan sebuah kunci klasik. Kunci pebuka kotak harta karun.
Ternyata cerita tentang... Roti.. atau "Biang Roti"
Lalu apa menariknya cerita tentang biang roti? Tunggu, seperti tak tau Dee saja, ia juga menulis tentang Kopi, bahkan Kecoa (Baca Rico de Coro dalam buku Filosofi kopi). Namun dengan caranya sendiri, yang khas dengan aroma filosofi.
Cerita ini berlatar di dua tempat, Kota Bandung dan Pulau Bali.
Berawal dari Tansen alias Tatang alias ... yang diberitahu bahwa kakeknya telah meninggal. Ia kemudian dijemput lalu dibawa ke Bandung. Setelah melihat peristirahatan terakhir kakeknya, ia dibawa ke sebuah toko roti kuno berdebu, yang dulunya sempat berjaya di era 60' an. "TAN DE BAKKER" Namun sudah 10 tahun Tan de Bakker berhenti beroperasi. Kalah saingan, katanya. Kakek Tansen alias Ko' Tan sudah tidak sanggup lagi membayar karyawan- karyawannya, lalu memilih menutup toko roti tersebut.
Ia juga mendapat sebuah kunci dari kakeknya. Yang kemudian menjadi kunci pembuka kulkas tua berisi Madre. Oleh Pak Adi si penjaga toko, Tansen dikenalkan pada Madre si Biang Roti. Nafas kehidupan Tan de Bakker. Dicertikanlah oleh pak Adi bahwa Tansen mewarisi darah kakenya yang Tionghoa, serta darah neneknya yang India.
0 komentar:
Posting Komentar